Review Film Korea My Annoying Brother: Cry Alot!

Belakangan ini mulai mengikuti Running Man lagi, karena sudah lama banget hiatus nonton Drama, Film dan Variety Show Korea. Rasanya seperti ketemu sama pacar yang sudah lama LDR-an *ngayalnya ketinggian*. Di episode 327 bintang tamu Running Man ada dua cowok kece, Cho Jung Seuk dan D.O EXO. Biasanya kalo ikutan Variety Show gitu kan ada maksud dan tujuan tertentu, salah satunya untuk promosi. Bisa promosi single lagu baru, film atau drama. Berhubung Libra suka kepo, akhirnya menemukan jawaban yang selama ini menggantung dalam pikiran selama nonton Running Man episode 327. Mereka baru saja menyelesaikan film berjudul My Annoying Brother. Seperti apakah film mereka itu? Yuk, kepoin sampai selesai ulasannya! 🙂

my annoying brother korean movie

Dari judulnya sempat saya kira film ini bergenre komedi. Sudah happy nggak bakalan ada adegan termehek-mehek ternyata saya salah besar. Pepatah: Don’t judge people by their cover #quoteandalan #yay. Pepatah tersebut nggak hanya berlaku untuk orang saja, bisa dipakai dalam segala situasi jadi lebih universal. Belum tentu judul yang happy akan berakhir happy, begitu juga sebaliknya. Belum tentu penampilan orangnya rapi dan kece punya kepribadian yang selaras dengan penampilannya. Sosok tersebut yang coba digambarkan dalam karakter film My Annoying Brother. Cerita seperti apa yang dimainkan dua cowok kece badai halilintar ini?

Tentang Pemain

Kolaborasi antara Cho Jung Seok dan Do Kyung Soo (D.O EXO) sebagai kakak beradik dan Park Shin Hye sebagai pelatih Judo. Cho Jung Seok berperan sebagai Go Doo Sik, seorang penipu yang menghabiskan hidupnya di tahanan. Go Doo Sik mempunyai adik tiri Go Doo Young yang diperankan oleh Do Kyung Soo. Dia kehilangan penglihatan matanya setelah dikalahkan lawannya saat mengikuti kompetisi Judo. Doo Young hidup menjauh dari keramaian dan selalu mengurung diri di kamar.

Tentang Jalan Cerita

Bertahun-tahun menghilang dari rumah, Go Doo Sik kembali ke rumah. Ayah dan ibunya sudah meninggal, namun Doo Sik masih mempunyai adik tiri yang mengalami kebutaan setelah mengikuti kompetisi Judo. Setiap keluarga mempunyai history, begitu pula dengan hubungan antara Doo Sik dan Doo Young. Setelah Doo Young lahir, Doo Sik senang mempunyai seorang adik tiri. Tetapi setelah tumbuh besar, pelan-pelan Doo Sik membenci Doo Young padahal nggak ada kesalahan yang dibuat oleh adiknya. Sejak bertemu kembali di rumah, awalnya mereka berantem terus tetapi pada akhirnya kasih sayang keluarga itu tak pernah hilang.

Klise tapi Menyentuh

Kelebihan film produksi Korea, salah satunya adalah meramu cerita sederhana tapi bisa memberikan nyawa. Selain itu mereka sering memanfaatkan penyakit untuk menambah dramatis cerita. Lain ketika diterapkan di film Indonesia, menambahi bumbu cerita dengan penyakit jatuhnya malah kurang elegan. Duh, kok jadi banding-bandingin yak!

Setelah bertahun-tahun nggak ketemu, sekarang mereka tinggal dalam satu rumah. Awalnya mereka selalu berantem, lama-lama mereka malah jadi makin deket karena rasa kangen. Doo Sik ngajarin Doo Young gimana sih biar dapet gebetan? Gimana sih rasanya hangout di Club? dan banyak hal gila lainnya yang diajarkan Doo Sik. Parahnya ketika Doo Sik ngajak Doo Young ke Club, Doo Young sempat dicium sampe habis sama mbak-mbak tonggos. Yawla, itu saya ngakak kenceng banget! 😀

Butuh waktu lama sampai Doo Sik dan Doo Young bisa berdamai dengan masa lalu. Hingga Tuhan memberikan ujian pada Doo Sik. Dia divonis terkena kanker Pankreas. Tahu kalo waktu hidupnya nggak bakalan lama, dia akhirnya bisa membujuk Doo Young untuk kembali menjadi atlet Nasional Judo. Jika Doo Young bisa meraih medali Emas dalam Olimpiade, dia akan mendapatkan uang pensiun dan bulanan dari Pemerintah. Karena itulah Doo Sik memotivasi Doo Young untuk kembali menjadi atlet Nasional.

Tapi apakah Doo Young tahu kalo kakaknya sakit? Inilah yang bikin nyesek dan sedih nonton filmnya. Penonton awalnya dibikin gemes sama kelakuan kakak beradik yang selalu berantem, pada pertengahan film dibikin melow gara-gara dokter memvonis Doo Sik terkena Kanker Pankreas. So sad!

Pada pertengahan film sampai tamat, saya sesenggukan nggak karuan gara-gara akting Jung Seok dan D.O. Makanya siapin banyak-banyak tissue ya sebelum mulai nonton film ini. Saya belum pernah nonton film atau drama Jung Seok yang bisa bikin nangis banget kayak gini, tapi D.O sudah mencuri hati saya ketika bermain di Unforgettable. Film yang sama-sama butuh stock tissue 🙁 D.O ini cocok banget jadi aktor spesialis pemeran melow helow. Scene Doo Young saat memenangkan Olimpiade dan memanggil kakaknya adalah klimaksnya. Bayangkan, ketika Doo Young teriak memanggil kakaknya ‘Hyeong’ dan memanggilnya lebih keras lagi nggak terasa tangisan saya pun makin kenceng dan sesak. Jempol buat dek D.O!

Akting Park Shin Hye di film ini nggak menonjol, kalo urusan mewek sih dia juga jago ya. Secara di drama atau film lainnya banyak yang bergenre sama seperti ini. Seperti di film Miracle In Cell No 7, misalnya. Salah satu film Korea yang bikin nangis sampe mata bengkak. Hampir melambaikan tangan ke kamera saking nggak kuatnya nahan nangis 😀

Di beberapa komen di forum ada yang bilang kalo film ini bagus berkat akting Park Shin Hye yang memukau. Yeah, peran Shin Hye disini memang sebagai pelatih Judo Doo Young. Tetapi fokus cerita film ini lebih menitik beratkan pada hubungan kakak beradik Doo Sik dan Doo Young. Jadi film ini sukses bukan karena Shin Hye saja, akting Jun Seok dan D.O yang sepatutnya diberikan 4 jempol!

Bagus Nggak?

Kelebihan film ini adalah chemistry antara Cho Jun Seok dan D.O EXO yang perfect. Karakter Doo Sik yang awalnya nyebelin dan sering mengeluarkan kata kasar dari mulutnya. Ternyata hanya dia yang bisa membuat Doo Young kembali tersenyum dan tertawa setelah sekian tahun lamanya mengurung diri di kamar. Perannya sebagai kakak dibawakan Jun Seok sangat apik dan film ini jadi salah satu rekomendasi film bagus 2016.

Rating:

3.75/5

No Responses

Leave a Reply

counter free hit invisible